Maandag 11 Augustus 2014

TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)

Lumut (Bryophytes) berasal dari bahasa yunani bryon yang berarti “tumbuhan lumut”. Merupakan peralihan antara thallophyta dan cormophyta. 

1. Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut
  Merupakan tumbuhan yang mempunyai sel-sel berwarna hijau, sehingga mampu untuk berfotosintesis, eukariotik, multiseluler, tidak mempunyai jaringan pembuluh, mengalami metagenesis, reproduksi secara seksual dan aseksual, lumut tidak pernah berukuran tinggi dan besar, kebanyakan tingginya kurang dari 20 cm. Tumbuhan lumut teradaptasi  untuk hidup di darat.  

2. Morfologi Tubuh Lumut
  Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu). Tubuh lumut terdiri atas Thallus (ada juga yang berbentuk daun bersisik, membentuk roset, berbatang tegak dan merayap) dan Rhizoid (serupa akar). Gametofit lumut terdiri atas Arkegonium (gametangium betina) bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, yang sempit disebut leher. Anteridium (gametangium jantan) bentuknya bulat seperti gada. Sporofitnya terdiri atas Vaginula (kaki), Seta, Apofisis (ujung tangkai yang melebar), Kotak spora= kaliptra, kolumela (jaringan dalam kotak spora).

3. Reproduksi Lumut
  Reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang di bentuk dalam sporofit. Reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet-gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit.

KINGDOM PLANTAE (DUNIA TUMBUHAN)

   Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat mendeskripsikan ciri-ciri division dalam dunia tumbuhan dan peranannya begi kelangsungan hidup manusia.  Kingdom plantae (Dunia Tumbuhan) meliputi organisme multiseluler yang sel-selnya telah terdiferensiasi, bersifat eukariotik, dan memiliki dinding sel selulosa. Hampir seluruh anggota tumbuhan memiliki klorofil dalam selnya, sehingga bersifat autotrof atau dapat membuat makanannya sendiri.Kebanyakan sel tumbuhan memiliki organ reproduksi multiseluler, yang disebut gametangium.

Pengelompokan tumbuhan dibagi menjadi tiga yaitu :
1.Tumbuhan tidak berpembuluh yaitu lumut
2.Tumbuhan berpembuluh yaitu paku
3.Tumbuhan berbiji

      Tumbuhan juga mengalami metagenesis yang jelas dalam siklus hidupnya. Dalam pergiliran keturunan ini, tumbuhan menghabiskan sebagian hidupnya dalam fase haploid dan sebagian lagi diploid. Berikut merupakan fase pergiliran keturunannya :


KEANEKARAGAMAN HAYATI

 BERBAGAI TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

      Sepeti yang kita ketahui keanakaragaman hayati memiliki tingkatan tingkatan mulai dari tingkat gen,spesies dan ekosistem. tingkatan ini diharapkan untuk mempermudah kita dalam mempelajari keanekaragaman yang di dunia. 

1. Keanekaragaman Gen
       Keanekaragaman gen menyebabkan variasi antar individu sejenis. Misalnya keanekaragaman pada tanaman padi ( IR, PB, rojolele, sedani dan Kapuas) dan manga (gadung, arum manis, golek dan manalagi).

2. Keanekaragaman Spesies
         Contohnya yaitu keanekaragaman antara kelapa, kurma dan sagu.Tumbuhan tersebut merupakan satu kelompok tumbuhan palem-paleman, namun masing-masing memiliki fisik yang berbeda dan hidup ditempat yang berbeda.Misalnya kelapa hidup dipantai, kurma hidup ditempat kering dan segu tumbuh di pegunungan (rawa gwmbut).

3. Keanekaragaman Ekosistem
        Di dalam ekosistem, komponen biotik harus dapat berinteraksi dengan komponen biotik lainnya dan juga dengan komponen abiotic agar dapat bertahan hidup.

Dinsdag 05 Augustus 2014

FUNGI (JAMUR)

Jamur (fungi) dapat  ditemukan di daerah lembab dan pada kadar air yang tinggi. Karena jamur (fungi) habitatnya berada di daerah lembab dan berair. Ilmu yang mempelajari tentang jamur disebut mikologi. Untuk dapat memahami tentang jamur, berikut ini ciri-ciri jamur: 

• Jamur berupa thallus (tubuhnya tidak mempunyai akar, batang dan daun). 
• Jamur tidak memiliki klorofil, bersifat heterotrof saprofit atau heterotrof parasit.
• Merupakan organisme eukariota yang menghasilkan spora.
• Dinding selnya tidak mengandung selulosa, melainkan mengandung karbohidrat kompleks (termasuk kitin).
• Tidak memiliki flagella dalam daur hidupnya.

Gambar 5.1 Struktur tubuh jamur
Tubuh jamur disusun oleh hifa, yakni filament panjang bercabang seperti benang. Hifa berfungsi untuk menyerap makanan dari permukaan substrat (tempat jamur tumbuh). Hifa-hifa saling membentuk jaring-jaring benang kusut yang disebut miselium. Ada dua jenis hifa yang memiliki sifat berbeda, yaitu  hifa senositik (tidak bersekat) hifa yang membentuk sel raksasa tanpa septa (ruang-ruang pada hifa), dan hifa bersepta (bersekat) hifa yang terpisah oleh ruang-ruang (septa). 

Sebagian jamur bereproduksi dengan spora mikroskopik, yaitu sel reproduktif yang tidak motil. Ada tiga bentuk struktur reproduktif pada jamur, yaitu gametangium struktur tempat pembentukan gamet, sporangium struktur tempat dibentuknya spora, dan konidiofor hifa terspesialisasi yang menghasilkan spora aseksual yang disebut konidia. 

Maandag 04 Augustus 2014

ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA


A. ARCHAEBACTERIA
Archaebacteria merupakan kelompok bakteri purba yang mampu bertahan hidup di tempat-tempat yang ekstrim, seperti di sumber air panas dan telaga garam. Berdasarkan metabolisme dan ekologinya, Archaebacteri dibagi menjadi tiga kelompok:

1.Metanogenik
Bakteri ini menghasilkan metana (CH4) dengan cara mereduksi karbondioksida (CO2). Bersifat anaerobik dan kosmosintetik, mampu bertahan hidup pada suhu tinggi karena struktur DNA, protein dan membran selnya telah beradaptasi. Tumbuh dengan baik pada suhu 980C dan akan mati pada suhu 840C. Contohnya Methanococcus.

2.Halofil Ekstrim (Halofilik)
Halofilik bersifat heterotrof. Hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi, seperti di danau, asin atau air laut mati. Bakteri ini melakukan respirasi aerobik untuk menghasilkan energi. Beberapa ada yang berfotosintesis karena bakteri ini mempunyai klorofil bacteriorhadopsin yang berwarna ungu. Contohnya Hallobacterium

3.Termo Ekstrim (Termoasidofilik)
Termoasidofilik hidup dengan mengoksidasi sulfur di tempat yang bersuhu tinggi (110C) dan bersifat asam (pH 1-2), seperti kawah vulkanis dan mata air bersulfur. Contohnya Sulfobus Peranan Archaebacteria bagi kehidupan manusia:
1.Meningkatkan kemampuan sabun cuci dan deterjen pada suhu dan pH tinggi.
2.Dibidang industri, untuk mengubah pati jagung menjadi Dekstrim (karbohidrat).
3.Beberapa jenis Archaebacteria digunakan untuk mengatasi pencernaan.

Donderdag 10 Julie 2014

VIRUS

A. SEJARAH PERKEMBANGAN VIRUS

Penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil dimulai sejak ditemukannya mikroskop oleh seorang berkembangsaan Belanda bernama Antony van Leewenhoek (1632-1723) . berkat penemuan mikroskop tersebut, berbagai penelitan tentang objek-objek mikroskopis mulain berkembang.



Gambar 1.a.Mikroskop cahaya Gambar 1.b mikroskop electron 
Mikroskop pertama mampu melihat perbesaran objek hingga 150X ukuran asli. Dengan  teknik dan susunan lensa yang semakin disempurnakan, mikroskop cahaya mampu melihat objek hingga perbesaran 1.000X. mikroskop electron mampunyai perbesaran lebih dari 10.000X, dapat melihat objek mikroskop dengan lebih detail termasuk virus.

Adolf Mayer merupakan penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan  bintik kekuningan pada daun tembakau oleh Adolf Mayer ,kemudian Mayer melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.

Dmitri Ivanovski menyaring getah tanaman tembakau yang sakit dengan  penyaring bakteri, kemudian dioleskan pada tanaman sehat. Ivanovski menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut adalah adalah bakteri pantogen yang berukuran kecil.

Martinus Beijerinck merupakan ahli mikrobiologi Belanda ini menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut sangat kecil dan hanya  dapat hidup pada mahkluk hidup yang diserangnya. Akan tetapi, Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan jenis partikel ini.

Wendell Stanleika merupakan seorang ilmuan Amerika pada Tahun 1935,  berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau tersebut. Partikel mikroskopis tersebut kemudian dinamakan TMV (Tobacco Mosaic Virus).

B. CIRI-CIRI VIRUS 
        Berikut ini adalah struktur virus secara umum;

1. Organisme parasit obligatif, yaitu hanya dapat berkembang biak dalam sel hidup.
2. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri, yakni berkisar antara 20-300  milimikron.
3. Virus hanya memilki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA).
4. Virus umumnya berupa hablur (Kristal).
5. Bentuk virus bervariasi. Ada virus berbentuk oval, slinder, polyhedral, dan kompleks. Bentuk virus 
       yang kompleks terdiri adri kepala yang berbentuk polyhedral, ekor yang berbentuk silinder dan serabut 
        ekor. Virus berbentuk kompleks  misalnya bakteriofag.
6. Tubuh virus terutama tersusun atas asam nukleat yang di selubungi kapsid.

Gambar 2.a. bakteriofag

RUANG LINGKUP

         Biologi merupakan asal kata dari bios (hidup) dan logos (ilmu) oleh karena itu pengertian biologi adalah kajian tentang makhluk hidup. Biologi mempelajari makhluk hidup dan segala aspek yang menyertainya, mulai dari proses biokimia di dalam sel sampai pada tingkatan ekosistem, bahkan hingga ke perubahan iklim global.

Pada awal perkebanganya, ahli biologi banyak mempelajari tentang tingkatan organisme sel. Seperti apa yang dilakukan oleh Anthony Van Leuwenhoek yaitu mempelajari organisme mikroskopis setelah ia menemukan mikroskop cahaya pertamanya dengan kekuatan perbesaran yang sangat baik pada Zamanya. Namun pada perjalananya perkembangan biologi mengalami peningkatan dari zaman ke zaman hal ini dikarnakan oleh berkembang pesatnya IPTEK dengan baik, bisa kita ketahui para ahli biologi sekarang lebih memfokuskan penelitianya pada tingkatan molekul. Hal ini dimulai sejak ditemukanya struktur DNA dan RNA oleh James Watson dan Francis Crik kajian mengenai DNA sangatlah menarik karena memungkinkan para ahli dapat memecahkan misteri prilaku makhluk hidup dan penyakit-penyakit menurun. 

Selain pengembangan biologi terdapat pula pengembangan penerapan biologi  yang dikenal sebagai biologi terapan. Tujuan dari penerapan ilmu adalah agar ilmu itu dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

ALingkup Biologi
Sesuai dengan penamaanya, biologi merupakan kajian tentang makhluk hidup oleh karena itu, biologi hanya mempelajari bagaimana proses didalam jasad atau dengan katalain mempelajari ciri-ciri makhluk hidup.

1. Ciri- ciri makhluk hidup

Dialam terdapat pengolongan benda kedalam kelompok makhluk hidup dan benda mati. Perbedaan keduanya didasarkan pada ciri-ciri hidup, benda mati tidak memiliki ciri-ciri kehidupan. Beberapa ahli biologi menyepakati bahwa ciri-ciri makhluk hidup sebagai berikut.

a. Disusun oleh sel
Setiap makhluk hidup minimal harus tersusun dari sebuah sel, karena sel merupakan komponen penyusun setia makhluk hidup. Terdapat pembagian makhluk hidup berdasarkan pada jumlah sel penyusunya yaitu organisme uniseluler (hanya terdiri dari satu sel saja) dan organisme multiseluler (tersusun dari banyak sel)

b. Tumbuh dan berkembang
Proses penyusunan dan penumpukan zat organic dalam tubuh makhluk hidup yang menyebabkan organisme mengalami pertambahan senyawa kimia, jumlah sel, serta volume sel penyusunya. Perubahan tersebut dinamakan pertumbuha, pada organisme yang memiliki jaringan pertumbuhan di ikuti dengan proses diferensiasi dan spesialisasi, artinya sel-sel yang mula-mula sejenis mengalami perubahan bentuk dengan ciri-ciri khusus.  sedangkan perkembangan merupakn proses menuju pendewasaan dimana perilaku organisme mengalami perubahan secara total.

c. Metabolisme
Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reksi penyusunan dan penguraian senyawa-senyawa, yang disebut dengan metabolisme. Metabolism berlangsung secara terus menerus tanpa henti karena tujuan dari metabolisme adalah menghasilkan energy bagi makhluk hidup. Hingga tubuh makhluk hidup selalu berada dalam kondisi yang homeostatis.

d. Peka terhadap rangsangan
Setiap makhluk hidup sensitive terhadap rangsangan, baik rangsangan dari luar tubuh maupun dari dalam, contoh hewan berdarah panas memiliki thermostat untuk mengatur suhu tubuhnya tetap hanggat,  walupun suhu diluar tubuh berubah ubah maka tubuh akan menyeimbangkan keadaan sesuai dengan rangsangan yang di terima missal disaat kita kepanasan kita mengeluarkan keringat untuk mendinginkan suhu tubuh.

e. Reproduksi
Untuk mempertahankan jenisnya makhluk hidup dapat berkembang biak dengan mewariskan sifat dari induk kepada keturunanya.
Clipart.com/famly
gambar 1.1 berkembang biak (reproduksi) merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya.
f. Adaptasi
Organisme memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Penyesuaian diri dalam kurun waktu yang pendek disebut toleransi. Penyesuaiaan diri dalam waktu yang relative lebih panjang disebut dengan adaptasi. Organisme yang tidak bisa beradaptasi akan pindah ketempat lain atau mati (Solomon et al. 2005).

TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)

Lumut (Bryophytes) berasal dari bahasa yunani bryon yang berarti “tumbuhan lumut”. Merupakan peralihan antara thallophyta dan cormophyta.  ...